Kamis, September 30, 2010

Beberapa Tips Cara Membuat Unit Taekwondo Menjadi Maju

Sekarang ini banyak sekali perguruan atau klub-klub yang mengajarkan Taekwondo dimana-mana. Baik itu secara privat, dilingkungan sekolah, perumahan, sport center bahkan hingga masuk ke perusahaan. Namun sayangnya banyak yang tidak bertahan lama, siswa/i yang mengikuti taekwondo atau lebih dikenal Taekwondoin cuma banyak diawal, lambat laun semakin menipis anggotanya. Padahal jika dihitung durasi waktu tersebut belum genap 4 (empat) bulan atau satu periode Ujian Kenaikan Tingkat.

Selain itu kualitas taekwondoin menurun, memang banyak juga perguruan yang kualitasnya baik dan bahkan diatas rata.

Bila di “tilik” lebih lanjut ada beberapa hal yang bisa di kategorikan yang dapat menyebabkan hal ini terjadi,
I. Lingkungan,
Lingkungan kurang mendukung seperti sarana olahraga yang pas-pasan. Dalam hal ini perguruan bila hendak membuka cabang atau unit harus jeli benar dalam pemilihan tempat latihan.
II. Siswa/i atau Taekwondoin,
a. Minat siswa/i kurang
b. Kurangnya support dari orangtua
Untuk mengatasi hal ini, diharapkan para pengajar menanamkan disiplin, mampu mengajak siswa/i berperan aktif dan banyak memberikan variasi dalam mengajar.
III. Perguruan/Klub,
a. Tidak mempunyai program yang jelas dalam mengajar
b. Kadang pengajar jarang masuk
c. Kualitas pengajar yang kurang baik
d. Kurangnya review terhadap program yang dibuat
e. Kurangnya membangun network dengan sesama atau perguruan lain.

Perguruan atau klub harus mempunyai program yang jelas dalam mengajar, pelatih lebih disiplin dan kualitas pengajar harus diperbaiki dengan mengikuti training atau kursus yang diselenggarakan oleh PBTI bagi pengajar. Dan juga menjalin network sangatlah diperlukan untuk dapat berbagi ilmu dan info yang terbaru.
Dan satu lagi, siswa/i maupun orangtua murid saat ini banyak yang mencari perguruan/unit taekwondo yang bagus, mempunyai banyak prestasi dan mampu memberikan prestasi bagi anak-anaknya dimana tempatnya belajar. Perguruan bukan cuma tempat asal bisa tendangan dan pukulan, namun juga harus mempunyai beban moral untuk dapat membangun para siswa/i agar berprestasi.
Diharapkan para perguruan atau klub saling berbagi didalam satu wadah agar perguruan atau unit menjadi maju. Sudah tentunya sejalan dengan itu, maka akan majulah pula olahraga prestasi taekwondo di Indonesia


Rabu, September 29, 2010

Terminologi Gerakan Dasar Taekwondo dalam Bahasa Korea (Seri#1)

Posisi (Arah) Gerakan
1. Area : Bawah
2. Momtong : Perut
3. Eolgool : Kepala
4. Jireugi : Pukulan
5. Chigi/Chireugi : Sabetan (Pukulan yang mengayun/dihentakkan)
6. Makgi/Makki : Tangkisan
7. Chagi : Tendangan
8. Palmok: Lengang
9. Son: Tangan
10. Joomeok: Kepalan bagian belakang
11. Palkoop: Sikut

Bentuk Tendangan
1. Dollyo Chagi : Tendangan setengah melingkar dari arah samping
2. Ap Chagi : Tendangan ke arah depan dengan cara disentakkan
3. Yeop Chagi : Tendangan ke arah samping dengan menggunakan posisi pinggir luar telapak kaki (pisau kaki)
4. Deol O Chagi : Tendangan mengayun ke atas dan lalu mencangkul menggunakan tumit

Bentuk Pukulan
1. Pyeonsonkeut Chireugi : Tusukan ujung jari (empat jari) ke arah ulu hati
2. Ageumson Chireugi : Cekikan ke arah leher
3. Sonnal Mok Chigi : Sabetan dari arah samping menggunakan bagian bawah sisi telapak tangan (pisau tangan)
4. Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut
5. Eolgool Jireugi : Pukulan ke arah kepala

Bentuk Tangkisan
1. Bakkat Palmok Area Makgi : Tangkisan ke arah bawah
2. Eolgool Chiki O Makgi : Tangkisan ke arah kepala

3. Bakkat Palmok An Makgi : Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah
4. An Palmok Bakkat Makgi : Tangkisan dari arah luar menggunakan bagian luar lengan atas

Dalam Taekwondo, instruksi untuk bergerak biasanya Posisi atau arah gerakan diikuti oleh bentuk gerakan, sebagai contoh:
1. Momtong Jireugi, dimana Momtong adalah Perut (Posisi/arah) dan Jireugi adalah Pukulan. Jadi bila digabungkan artinya menjadi Pukulan ke arah Perut.
2. Eolgool Ap Chagi, dimana Eolgool adalah Kepala (Posisi/arah), Ap (sentakan) dan chagi tendangan. Dan bila digabungkan menjadi Tendangan yang disentakkan kearah kepala.

Namun ada juga beberapa nama gerakan yang tidak bisa di artikan secara terpisah.